Bersatu Kita Teguh, Bercerai Kita Runtuh
Image and video hosting by TinyPic

Image and video hosting by TinyPic

Sabtu, 27 Mei 2017

25 Hal Yang Membatalkan Puasa?

Pembatal-pembatal puasa yang paling banyak ditanyakan tentang hukumnya :

1. Suppositoria (obat berbentuk peluru yg dimasukkan ke dalam anus atau yang semisalnya).
Tidak membatalkan puasa. [Menurut pendapat Asy-Syaikh Ibnu Utsaimin rahimahulloh.]

2. Tetes mata
Tidak membatalkan puasa. [Syaikhul Islam Ibnu Taimiyyah, Asy-Syaikh Ibnu Baz dan Asy-Syaikh Ibnu Utsaimin rahimahumulloh].

3. Celak
Tidak membatalkan puasa [Syaikhul Islam Ibnu Taimiyah, Asy-Syaikh Ibnu Baz dan Asy-Syaikh Ibnu Utsaimin].

4. Tetes telinga
Tidak membatalkan puasa. [Syaikhul Islam Ibnu Taimiyah, Asy-Syaikh Ibnu Baz dan Asy-Syaikh Ibnu Utsaimin rahimahumulloh]

5. Tetes hidung
Jika sampai masuk ke lambung maka membatalkan puasa. [Asy-Syaikh Ibnu Utsaimin rahimahulloh]
Adapun Asy-Syaikh Ibnu Baz berpendapat tetes hidung TIDAK BOLEH bagi orang yang berpuasa. Dan barangsiapa yang mendapati rasanya di tenggorokannya,  maka wajib baginya untuk mengqodho' (yakni batal puasanya).

6. Sprayer (semprot) asma
Tidak membatalkan puasa. [Asy-Syaikh Ibnu Baz, aay-Syaikh Ibnu Utsaimin dan al-Lajnah ad-Daimah rahimahumulloh].

7. Suntikan Nutrisi
Membatalkan puasa. 👉🏽Adapun suntikan otot, pembuluh darah atau kulit maka tidak membatalkan.
[Asy-Syaikh Ibnu Utsaimin dan Asy-Syaikh Ibnu Baz rahimahumalloh].

8.Suntik Penicillin
Tidak membatalkan puasa. [Asy-Syaikh Ibnu Utsaimin rahimahulloh].

9. Suntikan Insulin bagi penderita diabetes.
Tidak membatalkan puasa. [Al-Lajnah ad-Daimah].

10. Suntik bius (anastesi) pada gigi, menambal dan membersihkannya.
Tidak membatalkan puasa. [Asy-Syaikh Ibnu Baz rahimahulloh].

11. Menghirup bukhur (asap gaharu) dengan sengaja dalam keadaan tahu.
Membatalkan puasa. Adapun sekedar mencium aroma bukhur tanpa sengaja menghirupnya, maka TIDAK membatalkan. [Asy-Syaikh Ibnu Utsaimin rahimahulloh].

12. Memakai minyak wangi dan menghirupnya
Tidak membatalkan puasa. [Asy-Syaikh Ibnu Utsaimin dan Asy-Syaikh Ibnu Baz rahimahumalloh].

13. Pelembab bibir
Tidak membatalkan puasa, dengan syarat tidak ada yg tertelan sedikitpun darinya. [Asy-Syaikh Ibnu Utsaimin rahimahulloh].

14. Make up
Tidak membatalkan puasa. [Asy-Syaikh Ibnu Baz dan Asy-Syaikh Ibnu Utsaimin rahimahulloh].

15. Muntah dengan sengaja
Membatalkan puasa.  Adapun jika tidak sengaja maka tidak membatalkan. [Asy-Syaikh Ibnu Utsaimin rahimahulloh].

16. Epistaksis (mimisan), cabut geraham disertai keluarnya darah.
Tidak membatalkan puasa. [Asy-Syaikh Ibnu Utsaimin dan Asy-Syaikh Ibnu Baz rahimahumalloh].

17. Diambil darah untuk diperiksa
Tidak membatalkan puasa. [Asy-Syaikh Ibnu Baz dan Asy-Syaikh Ibnu Utsaimin rahimahulloh]

18. Ihtilam (mimpi basah)
Tidak membatalkan puasa. [Asy-Syaikh Ibnu Utsaimin dan Asy-Syaikh Ibnu Baz rahimahumalloh].

19. Berenang dan menyelam
Tidak membatalkan puasa. [Asy-Syaikh Ibnu Utsaimin rahimahulloh].

20. Obat kumur (semisal listerin)
Tidak membatalkan puasa. Dengan syarat tidak ada yang tertelan sedikitpun darinya. [Asy-Syaikh Ibnu Utsaimin rahimahulloh]

21. Siwak
Tidak membatalkan puasa. [Asy-Syaikh Ibnu Utsaimin dan Asy-Syaikh Ibnu Baz rahimahumalloh].

22. Pasta gigi (gosok gigi)
Tidak membatalkan puasa selama tidak sampai Ke lambung. Akan tetapi yang lebih baik utama tidak menggunakannya, karena memiliki pengaruh (rasa) yang kuat.

23. Menelan dahak
Tidak membatalkan puasa. [Asy-Syaikh Ibnu Utsaimin rahimahulloh]. Adapun asy Syaikh ibnu Baz rahimahulloh berpendapat dahak/riak (النخامة) tidak boleh ditelan dan wajib dibuang (tambahan dari pent).

24. Mencicipi makanan
Tidak membatalkan puasa, akan tetapi tidak boleh menelannya, dan tidak melakukannya kecuali memang dibutuhkan.

25. Koyo nikotin
Membatalkan puasa. [al-Lajnah ad-Daimah]



••••
🏽 Alih Bahasa : Al-Ustadz Syafi'i al Idrus Hafizhohulloh

Dari : "Tanbiihaat Syahri Ramadhon" | Faidah dari Majmu'ah Manaabir al-Kitab was Sunnah dengan sedikit perubahan.


Forum Ahlussunnah Ngawi dinukil dari bit.ly/PuasaRamadhan

Kamis, 25 Mei 2017

Antara Nabi Yusuf Dengan Ramadhan

Ibnul Jauzi rahimahullah berkata:  Bulan itu jumlahnya ada dua belas, seperti anak-anaknya Ya’qub alaihis-Salam. Bulan Ramadhan diantara bulan lainnya itu ibaratnya seperti Nabi Yusuf diantara saudaranya.

Sebagaimana Yusuf itu adalah anak yang paling dicintai oleh Ya’qub.

Demikian juga Ramadhan adalah Bulan yang paling dicintai oleh dzat yang mengetahui alam ghaib.

Saudaranya Yusuf datang (ke Mesir) dengan sengaja kepada Yusuf meminta kecukupan dan dihilangkan kesusahan (musim paceklik kala itu). Padahal sebelumnya mereka pernah berbuat kesalahan dan kekeliruan. Maka Yusuf berbuat baik kepada mereka dalam jamuan dan memperbaiki keadaan mereka.

Yusuf memberi makanan kepada mereka di kala kelaparan dan mengijinkan mereka kembali.

Maka satu orang (Yusuf) bisa menutupi kebutuhan sebelas orang (saudaranya).
Demikian juga bulan Ramadhan, Kita berharap bisa menutupi dalam Ramadhan segala apa yang pernah kita remehkan di bulan-bulan lainnya.

Kita bisa memperbaiki padanya segala apa yang rusak dari urusan kita, maka kita akan menutup dengan kebahagiaan dan kesenangan.

Isyarat lainnya, Ya’qub kembali penglihatannya setelah mencium aroma Yusuf, maka beliau menjadi kuat kembali setelah sebelumnya dalam keadaan lemah, menjadi bisa melihat setelah sebelumnya buta.

Demikian juga seorang pelaku maksiat jika mencium aroma Ramadhan.
(Dia akan menjadi kuat semangat ibadahnya yang sebelumnya lemah. Dia menjadi bisa melihat yang mana sebelumnya dia buta mata hatinya dengan maksiat.)



Dari kitab: Bustaan Al-Waa’izhin wa Riyadhu As-Sami’iin Karya Ibnul Jauzi rahimahullah.
Sumber: https://telegram.me/fawaz_almadkali
Kunjungi: http://bit.ly/2rGb3kO
WhatsApp Salafy Indonesia

Channel Telegram || http://bit.ly/ForumSalafy

Ritual Aneh Dalam Menyambut Ramadhan

Berhati-hatilah wahai Saudaraku! Berhati-hatilah dengan ritual-ritual aneh yang dilakukan dalam menyambut kedatangan bulan Ramadhan.

Termasuk perbuatan yang tidak pernah dicontohkan oleh Nabi Shallallahu ‘alaihi wa Sallam adalah perbuatan yang banyak dilakukan oleh kaum muslimin dalam menyambut bulan Ramadhan dengan amalan atau ritual tertentu, di antaranya :

Apa Yang Dikenal Dengan Acara Padusan

Yaitu mandi bersama-sama dengan masih mengenakan busana, terkadang ada yang memimpin di suatu sungai, atau sumber air, atau telaga. Dengan niat mandi besar, dalam rangka membersihkan jiwa dan raga sebelum memasuki bulan suci Ramadhan.

Sampai-sampai ada di antara muslimin yang berkeyakinan Kalau sekali saja terlewat dari ritual ini, rasanya ada yang kurang meski sudah menjalankan puasa.

Jelas perbuatan ini tidak pernah diajarkan dan tidak pernah diterapkan oleh Rasulullah Shallallahu ‘alaihi wa Sallam. Demikian juga para shahabat, para salafus shalih, dan para ‘ulama yang mulia tidak ada yang mengamalkan atau menganjurkan amaliah tersebut. Sehingga kaum muslimin tidak boleh melakukan ritual ini.

Belum lagi, dalam ritual Padusan ini, banyak terjadi kemungkaran. Ya, jelas-jelas mandi bersama antara laki-laki dan perempuan. Jelas ini merupakan kemungkaran yang sama sekali bukan bagian dari ajaran Islam.

Nyekar Di Kuburan Leluhur (Ziarah Kubur)

Tak jarang dari kaum muslimin, menjelang Ramadhan tiba datang ke pemakaman. Dalam Islam ada tuntunan ziarah kubur, yang disyari’atkan agar kaum muslimin ingat bahwa dirinya juga akan mati menyusul saudara-saudaranya yang telah meninggal dunia lebih dahulu, sehingga dia pun harus mempersiapkan dirinya dengan iman dan amal shalih.

Namun ziarah kubur, yang diistilahkan oleh orang jawa dengan nyekar, yang dikhususkan untuk menyambut Ramadhan tidak ada tuntunannya dalam syari’at Islam. Apalagi mengkhusukan nyekar di kuburan leluhur. Ini adalah perkara baru dalam agama.

Tak jarang dalam ziarah kubur tercampur dengan kemungkaran. Yaitu sang peziarah malah berdoa kepada penghuni kubur, meminta-minta pada orang yang sudah mati, atau ngalap berkah dari tanah kuburan! Ini merupakan perbuatan syirik!

Meminta Ma’af Kepada Sesama Menjelang Ramadhan

Dengan alasan agar menghadapi bulan Ramadhan dengan hati yang bersih, sudah terhapus beban dosa terhadap sesama. Bahkan di sebagian kalangan diyakini sebagai syarat agar puasanya sempurna.

Tidak diragukan, bahwa meminta ma’af kepada sesama adalah sesuatu yang dituntunkan dalam agama, mengingat manusia adalah tempat salah dan lupa.

Meminta ma’af di sini umum sifatnya, bahkan setiap saat harus kita lakukan jika kita berbuat salah kepada sesama, tidak terkait dengan waktu atau acara tertentu.

Mengkaitkan permintaan ma’af dengan Ramadhan, atau dijadikan termasuk cara untuk menyambut Ramadhan, maka jelas ini membuat hal baru dalam agama. Amaliah ini bukan bagian dari tuntunan syari’at Islam.

Itulah beberapa contoh amalan yang tidak ada tuntunan dalam syari’at yang dijadikan acara dalam menyambut bulan Ramadhan. Sayangnya, amaliah tersebut banyak tersebar di kalangan kaum muslimin.


••••
Baca selengkapnya di:

www.salafy.or.id/blog/2010/07/23/menyambut-bulan-ramadhan-hati-hati-ritual-anehnya/

Rabu, 24 Mei 2017

Mengapa Kebaikan Itu Berat, Kejelekan Itu Ringan?

Mengapa kebaikan itu berat dilakukan seorang hamba, sedangkan kejelekan itu ringan dilakukan?

Al-Imam Al-Hafizh Ibnu Hajar rahimahullah berkata:

وقـد سـئل بعـض السّـلف عـن سـبب ثقـل الحسـنة وخـفّة السّـيّئة

Sebagian salaf ditanya, “Apa sebabnya mengapa kebaikan itu berat dan kejelekan itu ringan dilakukan?”

Dia menjawab:

لأنّ الحسـنة حضـرت مـرارتها وغـابت حـلاوتها فـثقلت فـلا يحمـلنّك ثقـلها عـلى تركـها

Karena kebaikan itu telah hadir pahitnya dan belum terlihat manisnya (nikmat surga), maka berat (dilakukan). Maka janganlah beratnya itu membawamu untuk meninggalkannya.

والسّـيّئة حضـرت حـلاوتها وغـابت مـرارتها فلـذلك خفّـت فـلا يحمـلنّك خـفّتها علـى ارتكابـها

Sementara kejelekan itu telah hadir manisnya dan belum terlihat pahitnya (adzab di neraka), maka dari itu ia mudah dilakukan. Maka janganlah mudahnya (kejelekkan) itu membawamu untuk terjatuh ke dalamnya. [Fathul Bari juz 13 h. 614]

Sumber || Channel Fiqh al-Mar'ah al-Muslimah

WhatsApp Salafy Indonesia

Channel Telegram || http://bit.ly/ForumSalafy

Selasa, 29 November 2016

Letihnya Mendidik Anak Yang Terbalaskan

Fadhilatus Syaikh Fawwaz Al-Madkholi حفظه اللّٰه تعالى.

Terkadang hati merasa letih dari mendidik anak-anak dan jiwa merasa sesak karena kenakalan mereka yang menjadi sebab terjadinya kegundahan dan kesedihan bagi kedua orangtua.

Berkata Al-'Allamah Ibnul Qoyyim rohimahulloh:

"Sesungguhnya diantara dosa-dosa ada yang tidak dapat ditebus kecuali dengan kesedihan yang disebabkan oleh anak-anak".

Maka berbahagialah bagi siapapun yang mencurahkan perhatiannya kepada pendidikan anak-anaknya di atas apa yang dicintai Alloh dan diridhoi-Nya / berbahagialah bagi kalian yang mendapatkan jalan untuk menebus segala dosa.

Sekalipun kalian mendapatkan dari anak-anak kalian hal-hal yang dapat menjadikan kalian letih dalam mendidik mereka maka beristighfarlah kepada Tuhan kalian.

Suatu hari Muqotil bin Sulaiman rohimahulloh masuk menemui Al-Manshur rohimahulloh di hari diangkatnya beliau sebagai Kholifah, maka Al-Manshur berkata kepadanya:

"Berikan nasehat kepadaku wahai Muqotil !"

Maka Muqotil pun bertanya: "Aku akan menasehati engkau dengan apa yang telah aku lihat atau dengan apa yang telah aku dengar?

Al-Manshur pun menjawab: "Dengan apa yang telah engkau lihat".

Muqotil mengatakan: "Wahai, Amirul Mu'minin! Sesungguhnya 'Umar bin 'Abdil 'Aziz (Kholifah sebelumnya, pent) telah dikaruniai 11 anak dan beliau meninggalkan harta waris (hanya) 18 dinar, beliau dikafani dengan kain senilai 5 dinar, dan dibelikan untuknya tanah kuburan senilai 4 dinar dan sisanya dibagikan kepada anak-anaknya.

Sedangkan Hisyam bin Abdil Malik (Khalifah dinasti Umawiyyah, pent) dikaruniai 11 anak, dengan bagian setiap masing-masing anak dari harta waris 1 juta dinar.

Dan demi Alloh... wahai, Amirul Mu'minin. Sungguh aku telah melihat dalam 1 hari salah satu putra 'Umar bin 'Abdil 'Aziz bersedekah dengan 100 ekor kuda untuk berjihad di jalan Alloh, sedangkan salah satu putra Hisyam sedang meminta-minta di pasar-pasar.

Dan orang-orang telah bertanya kepada 'Umar bin 'Abdil 'Aziz dikala beliau terbaring diatas ranjang kematiannya: “Apa yang telah engkau tinggalkan untuk anak-anak engkau wahai 'Umar?

Beliau katakan: “Aku telah tinggalkan bagi mereka ketaqwaan kepada Alloh, maka jika mereka adalah orang-orang yang sholeh maka Alloh pasti akan menolong orang-orang yang sholeh, namun jika mereka tidak demikian maka aku tidaklah meninggalkan bagi mereka apa yang membantu mereka untuk bermaksiat kepada Alloh ta'ala.”

MAKA PERHATIKANLAH...

Kebanyakan manusia berusaha dan berupaya serta bersusah payah untuk memberikan jaminan masa depan anak-anaknya dengan asumsi bahwa dengan adanya harta di tangan-tangan mereka sepeninggal dirinya merupakan kesejahteraan bagi mereka, NAMUN DIA LALAI DARI JAMINAN AGUNG YANG TELAH ALLOH SEBUTKAN DI DALAM KITAB-NYA:

(وَلْيَخْشَ الَّذِينَ لَوْ تَرَكُوا مِنْ خَلْفِهِمْ ذُرِّيَّةً ضِعَافًا خَافُوا عَلَيْهِمْ فَلْيَتَّقُوا اللَّهَ وَلْيَقُولُوا قَوْلًا سَدِيدًا)
[سورة النساء 9]

"Dan hendaklah takut kepada Allah orang-orang yang seandainya meninggalkan dibelakang mereka anak-anak yang lemah, yang mereka khawatir terhadap (kesejahteraan) mereka. Oleh sebab itu hendaklah mereka bertakwa kepada Allah dan hendaklah mereka mengucapkan perkataan yang benar." [Qs. An-Nisaa: 9]

MAKA PELAJARILAH AYAT TERSEBUT DENGAN BENAR!
●○●○●○●○●

*) Judul berasal dari penterjemah.

🌏 Faedah dari ust. Abul Harits Mushlih di Forum البركة مع أكابركم .

Alih Bahasa: Muhammad Sholehuddin Abu 'Abduh غفر اللّٰه له ولوالديه.
------------------------------------------------

🌺 ﻓﻮﺍﺯ ﺍﻟﻤﺪﺧﻠﻲ

ﻣﻬﻢ ﺟﺪﺍً ﺟﺪﺍً

🍂ﻗﺪ ﻳﺘﻌﺐ ﺍﻟﻘﻠﺐ ﻣﻦ ﺗﺮﺑﻴﺔ ﺍﻷﺑﻨﺎﺀ ﻭﺗﻌﺎﻧﻲ ﺍﻟﻨﻔﺲ ﻣﻦ
ﺗﻤَﺮّﺩِﻫِﻢ،
ﻣﻤﺎﻳﺴﺒﺐ ﺍﻟﻬﻢّ ﻭﺍﻟﻐﻢ ﻟﻠﻮﺍﻟﺪﻳﻦ .
ﻗﺎﻝ ﺍﻟﻌﻼﻣﺔ ﺍﺑﻦ ﺍﻟﻘﻴﻢ ﺭﺣﻤﻪ ﺍﻟﻠﻪ :
ﺇﻥّ ﻣﻦ ﺍﻟﺬﻧﻮﺏ ﻣﺎﻻ ﻳﻜﻔّﺮﻩ ﺇﻻ ﺍﻟﻬﻢّ ﺑﺎﻷﻭﻻﺩ .
ﻓﻬﻨﻴﺌﺎ ﻟﻜﻞ ﻣﻦ ﺍﻫﺘﻢ ﺑﺘﺮﺑﻴﺔ ﺃﺑﻨﺎﺀﻩ ﻋﻠﻰ ﻣﺎﻳﺤﺒﻪ ﺍﻟﻠﻪ
ﻭﻳﺮﺿﺎﻩ / ﻫﻨﻴﺌﺎ ﻟﻜﻢ ﻃﺮﻳﻘﺎ ﻟﺘﻜﻔﻴﺮ ﺍﻟﺬﻧﻮﺏ .
?
  و ان  ﻭﺟﺪﺗﻢ ﻣﻦ ﺃﺑﻨﺎﺋﻜﻢ ﻣﺎ ﻳﺘﻌﺒﻜﻢ ﻓﻲ ﺗﺮﺑﻴﺘﻬﻢ
ﻓﺄﺳﺘﻐﻔﺮﻭﺍ ﺭﺑﻜﻢ .
ﺩﺧﻞ " ﻣﻘﺎﺗﻞ ﺑﻦ ﺳﻠﻴﻤﺎﻥ " ﺭﺣﻤﻪ ﺍﻟﻠﻪ ، ﻋﻠﻰ "ﺍﻟﻤﻨﺼﻮﺭ "
ﺭﺣﻤﻪ ﺍﻟﻠﻪ ، ﻳﻮﻡ ﺑُﻮﻳﻊَ ﺑﺎﻟﺨﻼﻓﺔ،
ﻓﻘﺎﻝ ﻟﻪ "ﺍﻟﻤﻨﺼﻮﺭ " ﻋِﻈﻨﻲ ﻳﺎ "ﻣﻘﺎﺗﻞ " !
ﻓﻘﺎﻝ : ﺃﻋﻈُﻚ ﺑﻤﺎ ﺭﺃﻳﺖ ﺃﻡ ﺑﻤﺎ ﺳﻤﻌﺖ؟
ﻗﺎﻝ : ﺑﻤﺎ ﺭﺃﻳﺖ .
ﻗﺎﻝ : ﻳﺎ ﺃﻣﻴﺮ ﺍﻟﻤﺆﻣﻴﻦ !
ﺇﻥ ﻋﻤﺮ ﺑﻦ ﻋﺒﺪ ﺍﻟﻌﺰﻳﺰ ﺃﻧﺠﺐ ﺃﺣﺪ ﻋﺸﺮ ﻭﻟﺪﺍ ً ﻭﺗﺮﻙ ﺛﻤﺎﻧﻴﺔ
ﻋﺸﺮ ﺩﻳﻨﺎﺭﺍ ً ، ﻛُﻔّﻦَ ﺑﺨﻤﺴﺔ ﺩﻧﺎﻧﻴﺮ ، ﻭﺍﺷﺘُﺮﻱَ ﻟﻪ ﻗﺒﺮ
ﺑﺄﺭﺑﻌﺔ ﺩﻧﺎﻧﻴﺮ ﻭَﻭﺯّﻉ ﺍﻟﺒﺎﻗﻲ ﻋﻠﻰ ﺃﺑﻨﺎﺋﻪ .
ﻭﻫﺸﺎﻡ ﺑﻦ ﻋﺒﺪ ﺍﻟﻤﻠﻚ ﺃﻧﺠﺐ ﺃﺣﺪ ﻋﺸﺮ ﻭﻟﺪﺍ ً ، ﻭﻛﺎﻥ
ﻧﺼﻴﺐ ﻛﻞّ ﻭﻟﺪ ٍ ﻣﻦ ﺍﻟﺘﺮﻛﺔ ﻣﻠﻴﻮﻥ ﺩﻳﻨﺎﺭ .
ﻭﺍﻟﻠﻪ ... ﻳﺎ ﺃﻣﻴﺮ ﺍﻟﻤﺆﻣﻴﻦ :
ﻟﻘﺪ ﺭﺃﻳﺖ ﻓﻲ ﻳﻮﻡ ٍ ﻭﺍﺣﺪ ٍ ﺃﺣﺪ ﺃﺑﻨﺎﺀ ﻋﻤﺮ ﺑﻦ ﻋﺒﺪ ﺍﻟﻌﺰﻳﺰ
ﻳﺘﺼﺪﻕ ﺑﻤﺎﺋﺔ ﻓﺮﺱ ﻟﻠﺠﻬﺎﺩ ﻓﻲ ﺳﺒﻴﻞ ﺍﻟﻠﻪ ،
ﻭﺃﺣﺪ ﺃﺑﻨﺎﺀ ﻫﺸﺎﻡ ﻳﺘﺴﻮﻝ ﻓﻲ ﺍﻷﺳﻮﺍﻕ .
ﻭﻗﺪ ﺳﺄﻝ ﺍﻟﻨﺎﺱ ﻋﻤﺮ ﺑﻦ ﻋﺒﺪﺍﻟﻌﺰﻳﺰ ﻭﻫﻮ ﻋﻠﻰ ﻓﺮﺍﺵ
ﺍﻟﻤﻮﺕ : ﻣﺎﺫﺍ ﺗﺮﻛﺖ ﻷﺑﻨﺎﺋﻚ ﻳﺎ ﻋﻤﺮ ؟ ﻗﺎﻝ : ﺗﺮﻛﺖ ﻟﻬﻢ
ﺗﻘﻮﻯ ﺍﻟﻠﻪ ، ﻓﺈﻥ ﻛﺎﻧﻮﺍ ﺻﺎﻟﺤﻴﻦ ﻓﺎﻟﻠﻪ ﺗﻌﺎﻟﻰ ﻳﺘﻮﻟﻰ
ﺍﻟﺼﺎﻟﺤﻴﻦ ، ﻭﺇﻥ ﻛﺎﻧﻮﺍ ﻏﻴﺮ ﺫﻟﻚ ﻓﻠﻦ ﺃﺗﺮﻙ ﻟﻬﻢ ﻣﺎ ﻳﻌﻴﻨﻬﻢ
ﻋﻠﻰ ﻣﻌﺼﻴﺔ ﺍﻟﻠﻪ ﺗﻌﺎﻟﻰ .
ﻓﺘﺄﻣﻞ ...
ﻛﺜﻴﺮ ﻣﻦ ﺍﻟﻨﺎﺱ ﻳﺴﻌﻰ ﻭﻳﻜﺪ ﻭﻳﺘﻌﺐ ﻟﻴﺆﻣﻦ ﻣﺴﺘﻘﺒﻞ ﺃﻭﻻﺩﻩ
ﻇﻨﺎ ﻣﻨﻪ ﺃﻥ ﻭﺟﻮﺩ ﺍﻟﻤﺎﻝ ﻓﻲ ﺃﻳﺪﻳﻬﻢ ﺑﻌﺪ ﻣﻮﺗﻪ ﺃﻣﺎﻥ ﻟﻬﻢ،
ﻭﻏﻔﻞ ﻋﻦ ﺍﻷﻣﺎﻥ ﺍﻟﻌﻈﻴﻢ ﺍﻟﺬﻱ ﺫﻛﺮﻩ ﺍﻟﻠﻪ ﻓﻲ ﻛﺘﺎﺑﻪ :
‏) ﻭَﻟْﻴَﺨْﺶَ ﺍﻟَّﺬِﻳﻦَ ﻟَﻮْ ﺗَﺮَﻛُﻮﺍ ﻣِﻦْ ﺧَﻠْﻔِﻬِﻢْ ﺫُﺭِّﻳَّﺔً ﺿِﻌَﺎﻓًﺎ ﺧَﺎﻓُﻮﺍ
ﻋَﻠَﻴْﻬِﻢْ ﻓَﻠْﻴَﺘَّﻘُﻮﺍ ﺍﻟﻠَّﻪَ ﻭَﻟْﻴَﻘُﻮﻟُﻮﺍ ﻗَﻮْﻟًﺎ ﺳَﺪِﻳﺪًﺍ ‏( .
ﺗﺪﺑﺮﻫﺎ ﺟﻴﺪﺍ

------------------------------------------------
🌏 WA Ahlus Sunnah Karawang.
----------------------
Broadcast by : Ahlus Sunnah Karawang;
Channel MutiaraASK, http://tlgrm.me/MutiaraASK
Website ASK, http://bit.ly/BlogASK
BBM Mutiara Salaf, Pin:5F0E3F06 |Channel:C001C7FFE
#renungan pagi
--------------------🔺-------------------
Whatsapp Salafy Solo
Channel Telegram:
https://tlgrm.me/salafysolo
--------------------🔻-------------------
Sabtu, 19 Shafar 1438 H

19 Nopember 2016

Kamis, 24 November 2016

Latihan Soal UN Hari Ini

Buka link di bawah ini :


Kemudian kerjaankan latihan soal UN tersebut dengan sebaik-baiknya..

Bila sudah selesai, berikut ini adalah pembahasan dan penyelesaian Latihan Soal-soal UN tersebut. Silahkan dibuka!

PEMBAHASAN LATIHAN SOAL UN 2017


Semoga bermanfaat!