Minggu, 18 Desember 2016

Cara Copas Isi Aplikasi Maktabah Syamilah ws Tanpa Download

Ada sisi kelebihan aplikasi Maktabah Syamilah (diambil dari nama situs resminya) versi 'apk' dibandingkan dengan model pdf. Di antaranya adalah aplikasi maktabah Syamilah lebih ringan saat diopersiapkan. Di samping penomoran halamannya juga sesuai dengan kitab aslinya.

Isi aplikasi Maktabah Syamilah ini tentu tidak kemudian langsung muncul begitu saja, sebab aplikasi ini tidak menyediakan file bawaan. Tapi antum harus ngopi terlebih dahulu kepada ikhwah yang sudah punya databasenya. Database yang dimaksud adalah file berekstensi 'mbok' (ini bukan bahasa ngapak, tapi tulisannya memang asli begitu). File-file 'mbok' tempatnya ada di folder 'shamela.ws'. Sementara folder tersebut adanya di memori internal, atau tergantung merk gadget.

Sebelum dimulai, bagi yang belum punya aplikasi apk nya tafadhal 'dunlut' di sini: https://play.google.com/store/apps/details?id=shamela.ws. Atau bisa juga 'blutut' dari temannya.

Cara copy isi kitab aplikasi maktabah Syamilah:

1. Setelah aplikasi المكتبة الشاملة diinstal silakan periksa di memori internal, apakah folder 'shamela.ws' sudah ada atau belum? Kalau sudah berarti instalasi berhasil.

2. Kopi file ekstensi '.mbok' dari sumber yang telah disiapkan. Misal, dari ponsel teman lewat bluetooth. Kirim satu persatu atau langsung serentak, tergantung kemampuan ponsel.

3. Setelah proses bluetooth selesai. Bukalah folder 'bluetooth'mu, cari file-file yang berekstensi '.mbok' lalu copy/salin.

4. Setelah itu, buka folder bernama 'shamela.ws', lalu pilih paste/pindahka ke sini.

5. Jika semua langkah sesuai petunjuk insya Allah proses penyalinan sudah selesai. Silakan buka aplikasi maktabah syamilahnya.

Petunjuk bergambar silakan lihat di sini: https://alpasimiy.com/%e2%80%8bcara-copas-isi-aplikasi-maktabah-syamilah-ws-tanpa-download/

Sumber:  https://alpasimiy.com/category/appsalafy2/

Selasa, 29 November 2016

Renungan Pagi : Letihnya Mendidik Anak Yang Terbalaskan

Fadhilatus Syaikh Fawwaz Al-Madkholi حفظه اللّٰه تعالى.

Terkadang hati merasa letih dari mendidik anak-anak dan jiwa merasa sesak karena kenakalan mereka yang menjadi sebab terjadinya kegundahan dan kesedihan bagi kedua orangtua.

Berkata Al-'Allamah Ibnul Qoyyim rohimahulloh:

"Sesungguhnya diantara dosa-dosa ada yang tidak dapat ditebus kecuali dengan kesedihan yang disebabkan oleh anak-anak".

Maka berbahagialah bagi siapapun yang mencurahkan perhatiannya kepada pendidikan anak-anaknya di atas apa yang dicintai Alloh dan diridhoi-Nya / berbahagialah bagi kalian yang mendapatkan jalan untuk menebus segala dosa.

Sekalipun kalian mendapatkan dari anak-anak kalian hal-hal yang dapat menjadikan kalian letih dalam mendidik mereka maka beristighfarlah kepada Tuhan kalian.

Suatu hari Muqotil bin Sulaiman rohimahulloh masuk menemui Al-Manshur rohimahulloh di hari diangkatnya beliau sebagai Kholifah, maka Al-Manshur berkata kepadanya:

"Berikan nasehat kepadaku wahai Muqotil !"

Maka Muqotil pun bertanya: "Aku akan menasehati engkau dengan apa yang telah aku lihat atau dengan apa yang telah aku dengar?

Al-Manshur pun menjawab: "Dengan apa yang telah engkau lihat".

Muqotil mengatakan: "Wahai, Amirul Mu'minin! Sesungguhnya 'Umar bin 'Abdil 'Aziz (Kholifah sebelumnya, pent) telah dikaruniai 11 anak dan beliau meninggalkan harta waris (hanya) 18 dinar, beliau dikafani dengan kain senilai 5 dinar, dan dibelikan untuknya tanah kuburan senilai 4 dinar dan sisanya dibagikan kepada anak-anaknya.

Sedangkan Hisyam bin Abdil Malik (Khalifah dinasti Umawiyyah, pent) dikaruniai 11 anak, dengan bagian setiap masing-masing anak dari harta waris 1 juta dinar.

Dan demi Alloh... wahai, Amirul Mu'minin. Sungguh aku telah melihat dalam 1 hari salah satu putra 'Umar bin 'Abdil 'Aziz bersedekah dengan 100 ekor kuda untuk berjihad di jalan Alloh, sedangkan salah satu putra Hisyam sedang meminta-minta di pasar-pasar.

Dan orang-orang telah bertanya kepada 'Umar bin 'Abdil 'Aziz dikala beliau terbaring diatas ranjang kematiannya: “Apa yang telah engkau tinggalkan untuk anak-anak engkau wahai 'Umar?

Beliau katakan: “Aku telah tinggalkan bagi mereka ketaqwaan kepada Alloh, maka jika mereka adalah orang-orang yang sholeh maka Alloh pasti akan menolong orang-orang yang sholeh, namun jika mereka tidak demikian maka aku tidaklah meninggalkan bagi mereka apa yang membantu mereka untuk bermaksiat kepada Alloh ta'ala.”

MAKA PERHATIKANLAH...

Kebanyakan manusia berusaha dan berupaya serta bersusah payah untuk memberikan jaminan masa depan anak-anaknya dengan asumsi bahwa dengan adanya harta di tangan-tangan mereka sepeninggal dirinya merupakan kesejahteraan bagi mereka, NAMUN DIA LALAI DARI JAMINAN AGUNG YANG TELAH ALLOH SEBUTKAN DI DALAM KITAB-NYA:

(وَلْيَخْشَ الَّذِينَ لَوْ تَرَكُوا مِنْ خَلْفِهِمْ ذُرِّيَّةً ضِعَافًا خَافُوا عَلَيْهِمْ فَلْيَتَّقُوا اللَّهَ وَلْيَقُولُوا قَوْلًا سَدِيدًا)
[سورة النساء 9]

"Dan hendaklah takut kepada Allah orang-orang yang seandainya meninggalkan dibelakang mereka anak-anak yang lemah, yang mereka khawatir terhadap (kesejahteraan) mereka. Oleh sebab itu hendaklah mereka bertakwa kepada Allah dan hendaklah mereka mengucapkan perkataan yang benar." [Qs. An-Nisaa: 9]

MAKA PELAJARILAH AYAT TERSEBUT DENGAN BENAR!
●○●○●○●○●

*) Judul berasal dari penterjemah.

🌏 Faedah dari ust. Abul Harits Mushlih di Forum البركة مع أكابركم .

Alih Bahasa: Muhammad Sholehuddin Abu 'Abduh غفر اللّٰه له ولوالديه.
------------------------------------------------

🌺 ﻓﻮﺍﺯ ﺍﻟﻤﺪﺧﻠﻲ

ﻣﻬﻢ ﺟﺪﺍً ﺟﺪﺍً

🍂ﻗﺪ ﻳﺘﻌﺐ ﺍﻟﻘﻠﺐ ﻣﻦ ﺗﺮﺑﻴﺔ ﺍﻷﺑﻨﺎﺀ ﻭﺗﻌﺎﻧﻲ ﺍﻟﻨﻔﺲ ﻣﻦ
ﺗﻤَﺮّﺩِﻫِﻢ،
ﻣﻤﺎﻳﺴﺒﺐ ﺍﻟﻬﻢّ ﻭﺍﻟﻐﻢ ﻟﻠﻮﺍﻟﺪﻳﻦ .
ﻗﺎﻝ ﺍﻟﻌﻼﻣﺔ ﺍﺑﻦ ﺍﻟﻘﻴﻢ ﺭﺣﻤﻪ ﺍﻟﻠﻪ :
ﺇﻥّ ﻣﻦ ﺍﻟﺬﻧﻮﺏ ﻣﺎﻻ ﻳﻜﻔّﺮﻩ ﺇﻻ ﺍﻟﻬﻢّ ﺑﺎﻷﻭﻻﺩ .
ﻓﻬﻨﻴﺌﺎ ﻟﻜﻞ ﻣﻦ ﺍﻫﺘﻢ ﺑﺘﺮﺑﻴﺔ ﺃﺑﻨﺎﺀﻩ ﻋﻠﻰ ﻣﺎﻳﺤﺒﻪ ﺍﻟﻠﻪ
ﻭﻳﺮﺿﺎﻩ / ﻫﻨﻴﺌﺎ ﻟﻜﻢ ﻃﺮﻳﻘﺎ ﻟﺘﻜﻔﻴﺮ ﺍﻟﺬﻧﻮﺏ .
?
  و ان  ﻭﺟﺪﺗﻢ ﻣﻦ ﺃﺑﻨﺎﺋﻜﻢ ﻣﺎ ﻳﺘﻌﺒﻜﻢ ﻓﻲ ﺗﺮﺑﻴﺘﻬﻢ
ﻓﺄﺳﺘﻐﻔﺮﻭﺍ ﺭﺑﻜﻢ .
ﺩﺧﻞ " ﻣﻘﺎﺗﻞ ﺑﻦ ﺳﻠﻴﻤﺎﻥ " ﺭﺣﻤﻪ ﺍﻟﻠﻪ ، ﻋﻠﻰ "ﺍﻟﻤﻨﺼﻮﺭ "
ﺭﺣﻤﻪ ﺍﻟﻠﻪ ، ﻳﻮﻡ ﺑُﻮﻳﻊَ ﺑﺎﻟﺨﻼﻓﺔ،
ﻓﻘﺎﻝ ﻟﻪ "ﺍﻟﻤﻨﺼﻮﺭ " ﻋِﻈﻨﻲ ﻳﺎ "ﻣﻘﺎﺗﻞ " !
ﻓﻘﺎﻝ : ﺃﻋﻈُﻚ ﺑﻤﺎ ﺭﺃﻳﺖ ﺃﻡ ﺑﻤﺎ ﺳﻤﻌﺖ؟
ﻗﺎﻝ : ﺑﻤﺎ ﺭﺃﻳﺖ .
ﻗﺎﻝ : ﻳﺎ ﺃﻣﻴﺮ ﺍﻟﻤﺆﻣﻴﻦ !
ﺇﻥ ﻋﻤﺮ ﺑﻦ ﻋﺒﺪ ﺍﻟﻌﺰﻳﺰ ﺃﻧﺠﺐ ﺃﺣﺪ ﻋﺸﺮ ﻭﻟﺪﺍ ً ﻭﺗﺮﻙ ﺛﻤﺎﻧﻴﺔ
ﻋﺸﺮ ﺩﻳﻨﺎﺭﺍ ً ، ﻛُﻔّﻦَ ﺑﺨﻤﺴﺔ ﺩﻧﺎﻧﻴﺮ ، ﻭﺍﺷﺘُﺮﻱَ ﻟﻪ ﻗﺒﺮ
ﺑﺄﺭﺑﻌﺔ ﺩﻧﺎﻧﻴﺮ ﻭَﻭﺯّﻉ ﺍﻟﺒﺎﻗﻲ ﻋﻠﻰ ﺃﺑﻨﺎﺋﻪ .
ﻭﻫﺸﺎﻡ ﺑﻦ ﻋﺒﺪ ﺍﻟﻤﻠﻚ ﺃﻧﺠﺐ ﺃﺣﺪ ﻋﺸﺮ ﻭﻟﺪﺍ ً ، ﻭﻛﺎﻥ
ﻧﺼﻴﺐ ﻛﻞّ ﻭﻟﺪ ٍ ﻣﻦ ﺍﻟﺘﺮﻛﺔ ﻣﻠﻴﻮﻥ ﺩﻳﻨﺎﺭ .
ﻭﺍﻟﻠﻪ ... ﻳﺎ ﺃﻣﻴﺮ ﺍﻟﻤﺆﻣﻴﻦ :
ﻟﻘﺪ ﺭﺃﻳﺖ ﻓﻲ ﻳﻮﻡ ٍ ﻭﺍﺣﺪ ٍ ﺃﺣﺪ ﺃﺑﻨﺎﺀ ﻋﻤﺮ ﺑﻦ ﻋﺒﺪ ﺍﻟﻌﺰﻳﺰ
ﻳﺘﺼﺪﻕ ﺑﻤﺎﺋﺔ ﻓﺮﺱ ﻟﻠﺠﻬﺎﺩ ﻓﻲ ﺳﺒﻴﻞ ﺍﻟﻠﻪ ،
ﻭﺃﺣﺪ ﺃﺑﻨﺎﺀ ﻫﺸﺎﻡ ﻳﺘﺴﻮﻝ ﻓﻲ ﺍﻷﺳﻮﺍﻕ .
ﻭﻗﺪ ﺳﺄﻝ ﺍﻟﻨﺎﺱ ﻋﻤﺮ ﺑﻦ ﻋﺒﺪﺍﻟﻌﺰﻳﺰ ﻭﻫﻮ ﻋﻠﻰ ﻓﺮﺍﺵ
ﺍﻟﻤﻮﺕ : ﻣﺎﺫﺍ ﺗﺮﻛﺖ ﻷﺑﻨﺎﺋﻚ ﻳﺎ ﻋﻤﺮ ؟ ﻗﺎﻝ : ﺗﺮﻛﺖ ﻟﻬﻢ
ﺗﻘﻮﻯ ﺍﻟﻠﻪ ، ﻓﺈﻥ ﻛﺎﻧﻮﺍ ﺻﺎﻟﺤﻴﻦ ﻓﺎﻟﻠﻪ ﺗﻌﺎﻟﻰ ﻳﺘﻮﻟﻰ
ﺍﻟﺼﺎﻟﺤﻴﻦ ، ﻭﺇﻥ ﻛﺎﻧﻮﺍ ﻏﻴﺮ ﺫﻟﻚ ﻓﻠﻦ ﺃﺗﺮﻙ ﻟﻬﻢ ﻣﺎ ﻳﻌﻴﻨﻬﻢ
ﻋﻠﻰ ﻣﻌﺼﻴﺔ ﺍﻟﻠﻪ ﺗﻌﺎﻟﻰ .
ﻓﺘﺄﻣﻞ ...
ﻛﺜﻴﺮ ﻣﻦ ﺍﻟﻨﺎﺱ ﻳﺴﻌﻰ ﻭﻳﻜﺪ ﻭﻳﺘﻌﺐ ﻟﻴﺆﻣﻦ ﻣﺴﺘﻘﺒﻞ ﺃﻭﻻﺩﻩ
ﻇﻨﺎ ﻣﻨﻪ ﺃﻥ ﻭﺟﻮﺩ ﺍﻟﻤﺎﻝ ﻓﻲ ﺃﻳﺪﻳﻬﻢ ﺑﻌﺪ ﻣﻮﺗﻪ ﺃﻣﺎﻥ ﻟﻬﻢ،
ﻭﻏﻔﻞ ﻋﻦ ﺍﻷﻣﺎﻥ ﺍﻟﻌﻈﻴﻢ ﺍﻟﺬﻱ ﺫﻛﺮﻩ ﺍﻟﻠﻪ ﻓﻲ ﻛﺘﺎﺑﻪ :
‏) ﻭَﻟْﻴَﺨْﺶَ ﺍﻟَّﺬِﻳﻦَ ﻟَﻮْ ﺗَﺮَﻛُﻮﺍ ﻣِﻦْ ﺧَﻠْﻔِﻬِﻢْ ﺫُﺭِّﻳَّﺔً ﺿِﻌَﺎﻓًﺎ ﺧَﺎﻓُﻮﺍ
ﻋَﻠَﻴْﻬِﻢْ ﻓَﻠْﻴَﺘَّﻘُﻮﺍ ﺍﻟﻠَّﻪَ ﻭَﻟْﻴَﻘُﻮﻟُﻮﺍ ﻗَﻮْﻟًﺎ ﺳَﺪِﻳﺪًﺍ ‏( .
ﺗﺪﺑﺮﻫﺎ ﺟﻴﺪﺍ

------------------------------------------------
🌏 WA Ahlus Sunnah Karawang.
----------------------
Broadcast by : Ahlus Sunnah Karawang;
Channel MutiaraASK, http://tlgrm.me/MutiaraASK
Website ASK, http://bit.ly/BlogASK
BBM Mutiara Salaf, Pin:5F0E3F06 |Channel:C001C7FFE
#renungan pagi
--------------------🔺-------------------
Whatsapp Salafy Solo
Channel Telegram:
https://tlgrm.me/salafysolo
--------------------🔻-------------------
Sabtu, 19 Shafar 1438 H

19 Nopember 2016

Kamis, 24 November 2016

Latihan Soal UN Hari Ini

Buka link di bawah ini :


Kemudian kerjaankan latihan soal UN tersebut dengan sebaik-baiknya..

Bila sudah selesai, berikut ini adalah pembahasan dan penyelesaian Latihan Soal-soal UN tersebut. Silahkan dibuka!

PEMBAHASAN LATIHAN SOAL UN 2017


Semoga bermanfaat!

Senin, 29 Agustus 2016

Al Yakin

Al-Imam Al-Hasan Al-Bashri rahimahullah berkata:

“Tidaklah seorang hamba meyakini surga dan neraka dengan keyakinan yang sebenar-benarnya melainkan (pasti menjadi) khusyu’, kurus-layu, istiqamah, dan sederhana hingga maut datang menjemputnya.”

Dan beliau berkata:

“Wahai anak Adam, sesungguhnya di antara (tanda) lemahnya keyakinanmu (imanmu) adalah engkau lebih percaya dengan apa yang berada di tanganmu daripada apa yang berada di tangan Allah Subhanahu Wata’ala.” 

(Mawa’izh Al-Imam Al-Hasan Al-Bashri, hal. 77-78)

Jumat, 19 Agustus 2016

Merenungi Rentetan Peristiwa di IAIN

Sungguh memilukan, hati terasa tersayat-sayat, kalbu serasa berontak, dan emosi meluap, saat mendengar, membaca, bahkan melihat berbagai kejadian yang amat memukul, terjadi di berbagai instansi berlabel Islam, entah itu institut, sekolah tinggi, atau universitas Islam.

Tercatat sebuah perubahan besar dalam sejarah IAIN[1], dengan munculnya Harun Nasution[2] yang menawarkan berbagai perubahan dengan mengusung slogan Islam Rasional. Bukunya yang kontroversial, Islam Ditinjau dari Berbagai Aspeknya, dikukuhkan oleh Departemen Agama RI - berdasarkan rapat rektor IAIN se-Indonesia pada bulan Agustus 1973 di Ciumbuleuit Bandung - sebagai buku wajib bagi setiap mahasiswa IAIN, apa pun fakultas dan jurusannya. Kala itu, buku ini mendapat tantangan dan reaksi yang sangat keras dan tajam dari Prof. Dr. H.M. Rasjidi, Menteri Agama RI pertama. Beliau khawatir akan pengaruh buku tersebut bagi angkatan muda Islam, karena menurutnya: “Karangan Dr. Harun Nasution yang diwajibkan untuk dipelajari mahasiswa IAIN adalah buku yang penuh fikiran kaum orientalis yang beragama Kristen.

Pernyataan bahwa Tuhan tidak perlu ditakuti tetapi dicintai adalah kata Kristen. Agama monotheisme adalah Islam, Yahudi, Kristen (Protestan dan Katolik), dan Hindu; adalah fikiran comparative religious yang ditimbulkan oleh orang-orang yang mengaku berdasar ilmiah dengan tidak berguna sedikitpun. Orang-orang yang kotor tidak akan diterima kembali ke sisi yang Mahasuci, adalah ekspresi Kristen, pengaruh dari Neo Platonisme dan Gnosticisme.”[3], demikian ungkapnya.

Dari UIN Syarif Hidatullah Jakarta, tercetak tokoh-tokoh liberal yang bertitel tinggi, siap mengerahkan kemampuannya untuk menjunjung tinggi panji-panji liberalisme dalam beragama, semacam Azyumardi Azra, Kautsar Azhari Noer, Komarudin Hidayat, Abdul Muqsith Ghozali, Siti Musdah Mulia, dan sederet nama lainnya.

Dari IAIN Sunan Gunung Djati (kini UIN Sunan Gunung Djati, red.) Bandung, meledak kejadian yang sangat menghebohkan. Diperankan oleh anak-anak muda berpenampilan mirip berandalan, berambut panjang dengan mulut yang tersumbat rokok, dan berjalan sombong, mengajak mahasiswa baru untuk berzikir dengan mengucapkan “anjing-hu akbar.” Tiada rasa takut dan tiada rasa malu. Ucapan kekafiran itu bahkan ia keluarkan dengan penuh kecongkakan. Terdengar pula sebelumnya suara sambutan dari yang lain, “Selamat bergabung di area bebas tuhan!” Suara ingkar atas kekuasaan Allah subhanahu wa ta’ala itu pun terdengar oleh para mahasiswa baru yang dia sambut. Menyusul pula berikutnya teriakan “…Tuhan yang takut kepada akal manusia… Tuhan pengecut,” bersama kata-kata ingkar dan kekafiran yang lain saling menyahut. Seolah kekafiran yang dilombakan untuk diperebutkan oleh anak-anak muda mirip berandal tersebut. Subhanallah, hanya kepada-Mu kami mengadu.

Dari IAIN Walisongo Semarang, terbit sebuah jurnal yang kemudian dibukukan. Judulnya, Indahnya Kawin Sesama Jenis. Tanpa sopan santun dan rasa malu, penulisnya mengajak untuk melegalkan perkawinan sesama lesbian dan sesama gay, disertai dengan arogansi penghinaan terhadap Nabiyullah Luth ‘alaihissalam serta sikap membabi buta dalam mengingkari ayat dan kandungannya.

Tersentak pula jiwa ini ketika membaca bahwa IAIN Sunan Kalijaga (kini UIN Sunan Kalijaga, red.) Yogyakarta telah meluluskan sebuah tesis dengan judul Menggugat Otentisitas Wahyu Tuhan. Tanpa menyadari kadar dirinya dan menyadari kebesaran Rabbnya sekaligus kalam-Nya, penulis tesis itu menggoreskan tinta penanya untuk menggugat wahyu Illahi. Apa lagi yang tersisa dari agama ini bila wahyu telah dilancangi?

Terdengar dari IAIN Sunan Ampel Surabaya, seorang dosen mencoreng kesucian wahyu. Dengan penuh “keberanian” terhadap Penciptanya, ia tuliskan lafadz Allah subhanahu wa ta’ala dalam secarik kertas lalu menginjak-injaknya, sembari menunjukkan penghinaan.

Hasbunallah wa ni’mal wakil. Saya menarik nafas panjang-panjang dengan pikiran yang penuh gundah gulana. Tak habis pikir. Duduk termenung sambil bertanya-tanya, “Sejauh inikah kerusakan? Siapa yang bertanggung jawab atas semua ini…?” Menggelayut dalam pikiran saya, “Apa yang mesti saya perbuat?” “Ingin hati memeluk gunung, apa daya tangan tak sampai,” itulah ungkapan yang tepat untuk apa yang tersimpan dalam dada ini.

Namun saya harus berbuat sebatas kemampuan yang ada, walau sekadar kritik yang membangun. Kaum muslimin sendiri juga harus berbuat. Semuanya itu tidak boleh dibiarkan bergulir, menggelinding bagai bola salju, yang pada akhirnya anak-anak kaum muslimin menjadi korbannya.[4]

Wallahul musta’an.

➖➖➖➖➖➖➖➖➖➖

[1] Istilah IAIN sebenarnya hanya mewakili dari keseluruhan Perguruan Tinggi Agama Islam (PTAI) yang meliputi PTAIN (STAIN, IAIN, dan UIN), PTAIS, dan Fakultas Agama Islam (FAI) di PT umum. Penggunaan istilah ini hanya untuk memudahkan, namun juga tidak untuk menggeneralisasi.

[2] Mantan Rektor (1973-1984) dan Dekan Fakultas Pascasarjana IAIN Syarif Hidayatullah Jakarta. Ia memperoleh gelar MA dan Doktor dari Institute of Islamic Studies McGill University, Montreal, Kanada. Gelar doktornya ia peroleh pada tahun 1968.

[3] http://www.scribd.com/doc/5485468/TOKOH-JIL-HARUN-NASUTION

[4] Catatan: mayoritas penukilan yang sifatnya data dalam artikel ini dan yang setelahnya diambil dari buku 50 Tokoh Islam Liberal Indonesia dan kata pengantarnya.

Selesai

➖➖➖➖➖➖➖➖➖➖

Ditulis oleh Al-Ustadz Qomar Suaidi, Lc

April 24, 2012 | Asy Syariah Edisi 063, Kajian Utama
▶ Klik join telegram 🔽
🔵 http://bit.ly/FadhlulIslam
🌍 www.salafymedia.com
📡 Publikasi: WA Fadhlul Islam Bandung

➖➖➖➖➖➖➖➖➖➖

Kamis, 18 Agustus 2016

Apakah Orangtua Rasulullah ﷺ Kafir Dan Masuk Neraka?

Al-Ustadz Abu Muawiyah Asykari hafidzahullah

Tanya Jawab Ba'da Dars Bulughul Maram
Ma'had Ibnul Qoyyim Balikpapan
26 Syawal 1437 H / 29 Juli 2016
Durasi 10:58 (2,55 MB)


Sumber:
@AudioThalabIlmuSyar_i
______
🔍 مجموعــــــة توزيع الفــــوائد

💾 Channel Telegram:
👉🏽 tlgrm.me/ForumBerbagiFaidah [FBF]

video